Viral Sopir Angkot di Semarang Bawa Bayi saat Narik Penumpang
Nurul menceritakan, tunggakan tersebut terjadi lantaran pada 18 Oktober 2019 istrinya melahirkan secara caesar. Bilqis lahir secara prematur diusia kandungan tujuh bulan. Dia mengaku kesulitan untuk membayar tunggakan biaya rumah sakit tersebut, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mendapatkan uang dari hasil angkot sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 setelah dipotong setoran.
Bilqis sempat dititipkan ke tetangga untuk diasuh, tetapi Nurul tidak kuat membayar sehingga bayinya harus diajak untuk bekerja.
"Ya saya bawa anak karena memang faktor ekonomi, enggak sanggup buat buat bayar pengasuh," katanya, Selasa (11/2/2020).
Perantau asal Bengkulu ini tidak merasa putus asa, dia bersama kedua anaknya tinggal di rumah kontrakan di Karangsari Timur RT 10 RW 10, Wonosari kecamatan Ngaliyan.
Nurul memaklumi jika banyak orang yang mencemoohnya karena membawa bayi. Tetapi dia juga bersyukur karena masih banyak penumpang yang kagum atas perjuanganya menafkahi keluarga.
"Ada yang mengasihani, ya namanya suka duka kehidupan pan kaya gitu. Yang mencibir ya banyak, apalagi dalam lingkungan tempat tinggal kita," ujar Nurul.
Editor: Nani Suherni