Update Longsor Banjarnegara: 10 Orang Tewas, 18 Korban Masih Hilang
Sekitar 700 personel gabungan dikerahkan untuk operasi SAR longsor Banjarnegara ini. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai instansi pendukung lainnya yang terbagi dalam tiga sektor pencarian.
Untuk mempercepat evakuasi korban longsor Banjarnegara, tim di lapangan mengoperasikan 12 unit ekaskavator dan 12 alkon. Peralatan tersebut digunakan antara lain untuk menangani kubangan air yang menghambat pergerakan di area longsoran. Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan air di dapur umum Kantor Kecamatan Pandanarum.
Dukungan logistik dan peralatan terus mengalir dari berbagai pihak, mulai BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, hingga Baznas. Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas. Sementara itu, gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan pengaturan dan distribusi bantuan.
Di samping itu, layanan kesehatan bagi warga terdampak longsor Banjarnegara tetap berjalan. Kelompok rentan, seperti lansia, perempuan, dan anak-anak, mendapatkan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan.
Pendampingan psikososial juga diberikan kepada siswa yang terdampak peristiwa longsor Banjarnegara. Langkah ini diambil untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.