UMKM Batik Didorong Berinovasi agar Menembus Pasar Global
Yakni perlunya inovasi produk untuk perluasan segmen pasar dan regenerasi perajin batik. Sebagai warisan budaya dunia, batik memerlukan inovasi dalam segi motif yang lebih modern dan ringan, serta warna yang sesuai tren pasar saat ini.
Adapun dari sisi regenerasi, pelatihan diberikan antara lain kepada para seniman muda batik Soloraya yang telah dibentuk pada tahun 2020. Selain itu, fokus pelatihan juga pada pewarnaan alam (selain warna sintentis) untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah warna.
Menggunakan warna alam akan menekan ongkos produksi karena harga lebih murah. Sementara, harga batik dengan pewarna alami di pasaran lebih tinggi. Batik warna alam diyakini dapat meningkatkan peluang pasar.
Perajin batik didorong terus berinovasi mendapatkan berbagai varian warna alam. Metode pewarnaan alam dengan memanfaatkan daun dan kayu yang cukup melimpah seperti dari pohon mangga, kulit manggis, mangrove, kersen, dan lainnya.
Setelah pelatihan, lanjutnya, nantinya juga digelar Kenduren UMKM mulai 21 April hingga Oktober 2021. Tema yang diangkat kali ini adalah kemilau Kartini, kebangkitan batik masa kini untuk pemulihan ekonomi.
Tema sesuai dengan pentingnya sektor batik sebagai daya ungkit ekonomi daerah serta pemberdayaan perempuan. Sebab kebanyakan para pengrajin batik adalah perempuan.
Editor: Ary Wahyu Wibowo