Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga
“Awalnya berkembang di Desa Krajan Kulon, dan kini hampir seluruh wilayah Kecamatan Kaliwungu turut melestarikan tradisi ini,” ujar Abdul Latif.
Warga bahkan menyebutnya sebagai Lebaran Maulud karena dirayakan dengan penuh suka cita. Beragam makanan khas tradisional seperti sumpil dan ketan warna-warni turut disajikan dalam perayaan ini.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi tersebut, bangga dan terharu. Dia bahkan ikut membagikan makanan dan bertukar sajian dengan warga.
“Tradisi ini sarat makna. Selain mengajarkan nilai berbagi, Weh-wehan juga mempererat silaturahmi antarwarga,” kata Dyah.
Tradisi ini dipopulerkan oleh Mbah Akhmad Rukyat, yang menanamkan filosofi tenggang rasa, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui kegiatan saling memberi makanan kepada tetangga. Bagi warga Kaliwungu, Weh-wehan bukan sekadar tradisi, melainkan hari raya yang dirayakan dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Editor: Kurnia Illahi