Tradisi Syawalan, Ribuan Warga Ziarah Makam Wali dan Ulama di Bukit Jabal Kendal
Warga rela berjalan kaki lima kilometer menaiki bukit menuju kompleks makam Aulia Kaliwungu. Di kompleks makam Kiai Asy'ari pendiri Masjid Besar Kaliwungu, ribuan peziarah ini rela berdesakan dan menunggu giliran masuk ke komplek makam.
Bagi yang tidak ingin berdesakan, warga rela duduk di luar kompleks makam dan memanjatkan doa. Tokoh masyarakat Kaliwungu yang juga mantan Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan mendatangi makam-makam para wali dan ulama ini untuk menghormati serta mengharapkan berkah.
Warga biasanya datang secara rombongan dan memanjatkan doa di makam kiai guru yang mendirikan Masjid Al Muttaqin Kaliwungu Kendal. “Tradisi syawalan di Kaliwungu ini dijadikan agenda tahunan,” katanya.
“Karena dua tahun syawalan diadakan sekarang sudah diperbolehkan maka para peziarah sejak hari rabu sudah banyak yang datang,” kata Kades Protomulyo, Jumarno.
Sementara, penjabat Sekda Kendal Sugiono berharap tradisi dan budaya warga Kaliwungu ini terus dijaga dan dilestarikan. “Selain bentuk silaturahmi juga mampu membangkitkan ekonomi warga, setelah pandemi karena banyak pedagang yang mengalap berkah dari tradisi ini,” ujarnya.