Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sindikat Penipuan Pig Butchering di Solo Dibongkar, Raup Rp41,1 Miliar dari 133 Korban
Advertisement . Scroll to see content

Tim Gegana Polda Jateng Turun Tangan Cek Lokasi Kebocoran Gas Beracun di Dieng

Minggu, 13 Maret 2022 - 16:13:00 WIB
Tim Gegana Polda Jateng Turun Tangan Cek Lokasi Kebocoran Gas Beracun di Dieng
Jumpa pers perkembangan terkini insiden kecoran gas PLTP Dieng. (tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

BANJARNEGARA, iNews.id - PT Geo Dipa Energi melibatkan seluruh pihak untuk mengecek lokasi kebocoran gas PLTP Dieng. Polres Banjarnegara beserta tim GeganaPolda Jateng turut dilibatkan dalam memastikan lokasi sumber aman dari paparan Hidrogen Sulfida (H2S). 

Direktur Utama Geo Dipa Riki Ibrahim mengatakan, KBR Gegana Polda Jawa Tengah (Jateng) melakukan pengecekan dengan alat Exam-7000 dan uji tekstur tanah dengan sertech

"Diperoleh bahwa paparan H2S sudah aman dan konsentrasi H2S di bawah ambang batas, terukur 2,1 ppm dengan jarak 1 sampai 3 meter dari sumber paparan (discharge line relief valve)," katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (13/3/2022).

Adapun, untuk ambang batas normal udara bebas berada di level 10 sampai dengan 15 ppm. Oleh karenanya, konsentrasi H2S di lokasi sumber kini sudah aman karena jauh dari ambang batas normal. 

Riki juga memastikan, area di luar batas Pad-28 atau lingkungan/area publik dalam kondisi aman dan tidak ada paparan H2S.

Lanjutnya, saat ini paparan H2S dari sekitar Pad-28 tidak terindikasi oleh alat detector dengan jarak kurang lebih +/- 50m.

Namun, akan dipastikan pengukuran di kepala sumur dan sekitar mud-tank atau tempat kejadian setelah mendapatkan izin masuk dari Kapolres Banjarnegara

"Akan ditambahkan H2S detector di area publik yang terdekat dengan Pad-28. Pada waktu tadi kita ambil siang itu tidak berbau lagi. Jadi alat detektor ini bentuknya seperti sirine ambulans gitu, kalau muter, berarti ada gasnya," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut