Teror Kencing dan Kotoran Resahkan Warga Kompleks Alun-Alun Rembang
Sangkin sering sebelah rumahnya digunakan untuk buang air kecil, cat tembok yang semula putih kini berwarna kekuning-kuningan.
Dia pun mengaku pasrah, karena tidak mungkin mengawasi terus menerus. Apalagi biasanya hal itu terjadi pada malam hari.
“Pernah ada yang buang air besar di situ juga. Ya saya sendiri yang membersihkan. Warga jujur saja resah,” ucap Sri.
Perempuan yang sudah bermukim di pojok timur Alun-Alun Rembang sejak tahun 1970 an ini juga menyoroti soal kebersihan.
“Kalau tenaga kebersihan memang ada yang rutin menyapu. Tapi kadang nggak sampai sini di depan rumah saya, kadang juga dibersihkan. Harapannya pengunjung ikut menjaga kebersihan,” katanya.
Di Alun-Alun Rembang sebenarnya sudah ada WC umum, namun hanya terdapat 1 titik, di pojok barat. Begitu pula tempat sampah, sudah disiapkan. Namun sering kali sebaran pemasangannya tidak merata.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama, ya pedagang, pengunjung maupun pemerintah. Syukur-syukur kalau Pemerintah Kabupaten Rembang mau membentuk unit pelaksana teknis (UPT) khusus menangani Alun-Alun. Ini penting, karena wajah kota dan tempat publik,” kata Jayadi, seorang warga yang biasa olahraga di Alun-Alun.
Editor: Kastolani Marzuki