Terduga Teroris di Purwokerto Jual Produk Herbal dan Dikenal Jarang Bergaul
Kharisun mengatakan bahwa Tim Densus 88/Antiteror yang dibantu personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas mendatangi rumah itu pada hari Jumat (2/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat bersamaan, seluruh akses jalan menuju tempat itu dijaga polisi bersenjata lengkap.
"Tadi saya sempat mengobrol dengan polisi, katanya suaminya (suami penghuni rumah itu) sudah ditangkap di Yogyakarta. Jadi, tadi hanya penggeledahan saja," katanya.
Tetangga E, Lili juga mengakui penghuni rumah kontrakan itu jarang bergaul dan berkomunikasi dengan warga maupun tetangga rumah. "Ya, orangnya jangan ngobrol sama warga sini," ucapnya.
Kharisun mengaku tidak mengetahui apa saja yang diambil Tim Densus 88/Antiteror dari rumah itu.
Kapolresta Banyumas Kombes Polr M Firman L Hakim mengatakan, jajarannya hanya dimintai tolong oleh Densus 88 Antiteror untuk mem-backup kegiatan olah tempat kejadian perkara di rumah yang terdapat spanduk bertuliskan "Griya Herbal Purwokerto" itu.
"Jadi, saya enggak tahu betul kasusnya, saya cuma ditelepon Densus untuk mem-backup olah TKP saja. Saya saja enggak boleh masuk," katanya.
Oleh karena itu, dia tidak tahu apa saja yang dibawa Densus dari rumah tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki