Tembung Kriya Yaiku? Ini Penjelasan dan Contohnya
Dalam bahasa Jawa, tembung kriya yaiku tembung sing nyataken tingkah laku utawa tumandang gawe lan ngayahi pegawean.
Tembung Kriya Lingga
Tembung kriya lingga adalah tembung kriya yang masih asli atau belum diubah kata dasarnya. Dalam bahasa Indonesia, tembung kriya lingga sama juga seperti kata kerja dasar, Adjarian. Tembung kriya lingga merupakan kata kerja bahasa Jawa dasar yang belum mendapat imbuhan.
Contoh:
1. Adus = Mandi
2. Tuku = Beli
3. Mangan = Makan
4. Turu = Tidur
5. Lunga = Pergi
6. Dodol = Jual
7. Sinau = Belajar
8. Bali = Pulang
(Di obeli beras empat kilo.)
- Wanda sinau basa Jawa.
(Wanda belajar bahasa Jawa.)
- Nana adus sedina ping loro.
(Nana mandi sehari dua kali.)
- Dio tuku beras patang kilo.
Tembung Kriya Andhahan
Sedangkan tembung kriya andhahan merupakan tembung kriya yang sudah diubah dari kata asli atau kata dasarnya sudah diubah dengan memberi imbuhan berupa awalan (ater-ater), sisipan (seselan), dan akhiran (panambang).
Dalam bahasa Indonesia, tembung kriya andhahan sama dengan jenis kata kerja turunan, Adjarian. Tembung kriya andhahan merupakan jenis kata kerja bahasa Jawa yang sudah mendapat imbuhan berupa awalan, sisipan, atau akhiran.
Contoh:
1. Nggoreng (ng + goreng) = Menggoreng
2. Ngombe (ng + ombe) = Meminum
3. Nyapu (ny + sapu) = Menyapu
4. Nyabrang (ny + sabrang) = Menyebrang
5. Ngumbahi (ng + umbah + i) = Mencuci
6. Nggawe (ng + gawe) = Membuat
7. Tuku (n + tuku) = Nuku
8. Mbalang (m + balang) = Melempar
- Bapak maos koran ing kantor.
(Bapak membaca koran di kantor.)
- Dhila nggawe roti bakar.
(Dhila membuat roti bakar)
Editor: Ahmad Antoni