Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu’bah telah berkata : Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Saw pada wafatnya Ibrahim (putra Nabi Saw). Kemudian orang-orang berkata : “Telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim “. Maka Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan terjadi gerhana karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang, apabila kalian melihat maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah “. (Muttafaq ‘alaih)
Berikut tata cara melakukan shalat gerhana dikutip iNews.id dari Pustaka Ilmu Sunni-Salafiyah (PISS-KTB):
1. Niat shalat sunnah gerhana berbarengan dengan takbiratul ihram.
Ushalli Sunnata Kusufi Syamsi rak’ataini makmuman/imaaman lillahi ta’ala.
2. Membaca doa iftitah
Allahu Akbar kabiiro, wal hamdulillahi kastiiro wasubhanallahi bukratan wa ashiila. Inni Wajjahtu wajhialilladzi fatharas samawaati wal ardho haniifa musliman wamaa ana minal musyrikin. Innash shalaati, wanusukii wamahyaa ya wamamaati lillahi rabbil ‘alamin. Laa syarikalahu wabidzalika umirtu wana minal muslimin.
3. Membaca surat al-fatihah
4. Membaca surah. Jika mampu membaca surat panjang, seperti surat al-Baqarah atau surat lain yang panjangnya sama dengan surat al-Baqarah. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.