Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sadis! Ibu di Pekalongan Dianiaya Anak Kandung hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Tangkap Pentolan Jamaah Anshorut Khilafah, Kapolri: Masih Diperiksa

Selasa, 17 Juli 2018 - 20:51:00 WIB
Tangkap Pentolan Jamaah Anshorut Khilafah, Kapolri: Masih Diperiksa
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberikan keterangan kepada awak media seusai bersilaturahmi dengan Habib Lutfie di Pekalongan, Jateng, Selasa (17/7/2018). (Foto: iNews.id/Suryono)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id – Mabes Polri berhasil menangkap pentolan teroris dari kelompok atau jaringan Jamaah Anshorut Khilafah (JAK) yang berafiliasi dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD). Pentolan terduga teroris itu ditangkap dalam pengejaran jaringan teroris di Jalan Raya Kaliurang Km 9,5 Sleman, DIY, Sabtu (14/7/2018) lalu.

Selain pentolan JAK, Mabes Polri juga menangkap 194 terduga teroris lainnya di sejumlah daerah di Indonesia dan menembak mati 20 pelaku karena melawan saat hendak ditangkap petugas.

“Peristiwa terorisme yang terjadi di Jalan Kaliurang merupakan jaringan Jamaah Anshorut Khilafah (JAK) yang berafiliasi dengan JAD. Sedangkan bom panci di Indramayu merupakan kelompok JAD. Kelompok JAK sendiri berbeda dengan kelompok JAD, namun JAK merupakan loyalis kelompok JAD,” ungkap Kapolri saat bersilaturahmi ke kediaman ulama kharismatik Habib Lutfie di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (17/7/2018).

Menurut Tito, pemimpin dari jaringan teroris di Yogyakarta ini bukan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, namun ada seseorang yang namanya masih dirahasiakan dengan alasan masih dalam pemeriksaan. “Ada satu nama, tapi nanti disampaikan karena saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Tito menambahkan, penangkapan terduga teroris di Jalan Kaliurang, Sleman, DIY dan pelempar bom panci di Mapolresta Indramayu, Jawa Barat merupakan upaya pengejaran dari petugas melalui operasi pengawasan, operasi penjejakan dan operasi hunting atau pengejaran jaringan terorisme.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut