Tangkal Pemalsuan Ijazah, Unnes Gunakan Tanda Tangan Elektronik
“Manfaat teknologi ini adalah sistem keamanan yang berlapis sehingga pemalsudan dokumen ijazah sangat sulit dilakukan. Di sisi lain, stakeholder juga dapat memastikan keaslian ijazah dengan mudah,” kata Mona, Senin (12/6).
Untuk menggunakan teknologi ini, kata dia, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik miliki Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Dalam ijazah tersebut akan dicantumkan barcode yang dapat di-scan menggunakan aplikasi pembaca QR Code Reader. QR Code itu akan terkoneksi dengan file ijazah yang terjamin keasliannya. Verifikasi berlapis membuat file yang asil tidak mungkin dipalsukan. Dengan demikian, baik alumni maupun stakeholder tidak akan dirugikan oleh potensi pemalsuan ijzah.
Wisudawan periode 115 Unnes Anggi Jazilatur Rahma mengapresiasi terobosan Unnes dalam penggunaan teknologi tersebut. Sebagai alumni, ia merasa jaminan keaslinan ijazah merupakan kebutuhan yang sangat penting.
“Saya merasa lebih secure. Apalagi karena sekarang semakin banyak rekayasa digital yang merugikan. Keamanan yang berlapis akan membuat kami merasa lebih aman perlindungan dokumen digitalnya,” kata alumni Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial tersebut.
Sebagai informasi, Unnes akan melaksanakan wisuda ke-115 pada Selasa dan Rabu (13-14/6) 2023. Sebanyak 1.600 wisudawan D3, S1, S2, dan S3 akan diwisuda.
Editor: Ahmad Antoni