Tangis Pecah Pemakaman Siswa SMP di Grobogan, Tewas Diduga Di-bully Teman Sekolah
Namun, puncak kejadian tragis itu terjadi ketika korban diajak berduel satu lawan satu hingga berujung maut.
Ayah korban, Sawindra, yang bekerja di Sukabumi mengaku sangat terpukul atas kepergian putra sulungnya. Selama ini Angga tinggal bersama kakek dan nenek di Grobogan, sementara orang tuanya bekerja di luar daerah.
“Permintaan terakhir Angga cuma ingin dibelikan perlengkapan sepak bola. Dia bercita-cita jadi pemain bola,” ucap Sawindra.
“Semua perlengkapannya sudah saya belikan, tapi belum sempat dipakai, anak saya sudah pergi duluan,” katanya lagi.
Keluarga korban menegaskan menolak adanya upaya damai dengan pihak pelaku. Mereka mendesak aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.