Tak Punya Darah Raja, Toto Santoso Akui Keraton Agung Sejagat Fiktif
"Saya mohon maaf karena satu, Keraton Agung Sejagat yang saya dirikan. Yang kedua pernah membuat janji kepada pengikut saya. Yang ketiga telah membuat resah masyarakat, khususnya masyarakat Purworejo," ujarnya.
Permintaan maaf ini ungkap Toto sekaligus mewakili sang Ratu Fanni yang sedang sakit.
Di hadapan awak media, Toto menolak menjawab semua pertanyaan, mulai dari jumlah korban, uang yang dihasilkan hingga alasan membangun Keraton Agung Sejagat di Purworejo.
"Saya juga enggak bisa komentar saat ini, mohon maaf," katanya.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Sepakat Distribusi Elpiji 3 Kg Dilakukan Secara Tertutup
Sementara itu, kuasa hukum Toto dan Fanni, Mohamad Sofian menjelaskan, kliennya tak bisa berkomentar banyak karena berkaitan dengan materi pemeriksaan.
"Selebihnya ini sudah masuk dalam materi pemeriksaan bebas, sehingga pak Toto tidak bisa menjawab lebih lanjut. Karena sudah menyerahkan semua proses ini kepada penyidik," ucapnya.
Sebelumnya, Polda Jawa Tengah resmi menetapkan Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa (42) dan Fanni Aminadia (41) menjadi tersangka pada Rabu (16/1/2020). Keduanya dijerat pasal penipuan dan keonaran.
Editor: Nani Suherni