Suara Prabowo-Gibran Diduga di Mark Up dari 110 Jadi 561.100 di Grobogan, Ini Kata Ketua KPPS
Menurutnya, data jumlah suara yang dikirim ke KPU melalui aplikasi sirekap sudah sesuai dan tidak pernah direkayasa untuk penggelembungan suara.
Namun diakuinya, sempat mengalami kendala saat memasukkan data hasil rekap melalui aplikasi sirekap hingga coba dilakukan berkali-kali.
"Yang terjadi kesalahan server sirekap. Saat kami memotret hasil dan summit hanya muter-muter (loading) lalu aplikasinya keluar log out, pas mau masuk lagi sudah tidak bisa," katanya.
Nining mengaku baru mengetahui adanya dugaan penggelembungan data setelah berita tersebut mencuat ke publik. Dia lalu berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan untuk direvisi. Namun petugas mengaku tidak bisa melakukan revisi karena aplikasi sudah dikunci KPU pusat.
"Untuk nomor urut 02 mendapat 110 suara bukan 561.100 suara," ucapnya.
Diketahui, video dugaan penggelembungan suara pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran dengan jumlah sangat fantastis ini viral di media sosial. Video ini berasal dari tangkapan layar aplikasi sirekap KPU.
Editor: Donald Karouw