Stasiun Semarang Tawang Disulap Jadi Destinasi Wisata Sejarah Berkelas
Langkah revitalisasi Stasiun Semarang Tawang tidak hanya fokus pada pelestarian arsitektur bersejarah, tetapi juga peningkatan kenyamanan pelanggan. KAI berencana menjadikan stasiun ini bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, melainkan pusat interaksi publik yang memadukan fungsi transportasi, wisata, dan budaya.
Kinerja positif juga turut mengiringi pengembangan kawasan tersebut. Sepanjang Januari–September 2025, KAI mencatat peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Semarang Tawang. Sebanyak 1.394.802 pelanggan naik dari stasiun ini, naik 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (1.301.576 pelanggan). Sedangkan pelanggan turun juga tumbuh 4,7%, dari 1.211.688 menjadi 1.268.580 pelanggan. Data ini menegaskan peran Tawang sebagai simpul mobilitas utama di wilayah Daop 4 Semarang.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menilai peningkatan tersebut sebagai indikasi keberhasilan strategi pengembangan kawasan.
“Stasiun Semarang Tawang berfungsi sebagai infrastruktur transportasi juga magnet aktivitas ekonomi, wisata sejarah dan budaya. Semakin banyak masyarakat yang melihat stasiun ini sebagai bagian dari pengalaman perjalanan yang bernilai,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Inggris Dominic Jermey juga berdialog dengan jajaran KAI serta para pemangku kepentingan di sektor transportasi, tata kota, dan pelestarian cagar budaya. Diskusi tersebut menyoroti upaya kolaboratif untuk memperkuat tata kelola kawasan bersejarah agar tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat urban yang dinamis.