Sri Sultan Minta Warga Gotong Royong Hadapi Covid-19 Tanpa Tunggu Komando
Pengorbanan yang kita sandang harus terbaca agar kita menjadi kuat, dan bahwa kita tidaklah sendiri. Untuk maju, kita harus bangkit.
Bangkit dari diam, dan bergerak
Bangkit, agar kita berdaya
Bangkit, karena kita percaya.
Marilah Saudara-Saudaraku, kita bangkit bersama agar hidup ini lebih bermakna.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Umar Priyono menjelaskan, Sri Sultan meminta masyarakat di tingkat desa, dukuh, maupun di tingkat RT sudah memiliki kesadaran untuk saling bahu membantu tanpa harus dikomando.
Adanya wabah ini, menjadi sarana introspeksi diri bagi masyarakat untuk langsung bergerak menjaga kebersihan dan melakukan antisipasi sedini mungkin.
“Kita sering melihat adanya pembersihan lingkungan yang dilakukan oleh warga. Biasanya kerja bakti ini dilakukan hanya jelang agenda Agustusan (peringatan kemerdekaan RI), namun ini kan tidak,” ujar Umar, dikutip website resmi Pemda Jogja, Selasa (21/4/2020).
Masyarakat juga sudah saling sadar untuk saling menjaga satu sama lain. Banyak wilayah tempat tinggal yang telah memberlakukan jam malam. Masyarakat sudah saling bergotong-royong, dimana yang memiliki uang membantu yang kekurangan.