Sragen Zona Merah Covid-19, Klaster Nakes RSUD Mendominasi
Selain itu ada juga beberapa pedagang Pasar Bunder Sragen yang terkonfirmasi positif tertular virus corona. Kendati begitu, pasar induk Kabupaten Sragen itu tidak ditutup seperti Pasar Gemolong.
“Kami lakukan sterilisasi pasar secara bertahap. Kalau ditutup seperti Pasar Gemolong, dampak ekonominya luar biasa. Sekarang banyak pembeli yang lari ke pasar sekitar seperti ke Boyolali (Pasar Kacangan). Sejak ditutup, Pasar Gemolong jadi lebih sepi. Jadi itu yang membuat kami tidak menutup Pasar Bunder walau ada pedagang yang positif,” papar Bupati.
Dia memprediksi jumlah nakes yang terkonfirmasi positif corona bisa bertambah setelah mereka semua sudah menjalani swab.
“Setiap hari kami lakukan 100 swab. Di Jawa Tengah, Sragen termasuk kabupaten yang setiap hari menggelar tes swab sesuai perintah presiden. Karena swab digelar terus, maka kemungkinan juga nambah terus,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Bupati Yuni: Sragen Zona Merah Covid-19, Klaster Nakes RSUD Mendominasi"
Editor: Nani Suherni