Spanduk Dadi Wong Jowo Ojo Lali Jawane Bertebaran di Jateng, Sindir Jokowi dan Gibran?
"Saya tegaskan dilarang menghujat, menjelek-jelekkan, mencaci-maki, capres-cawapres lain. Kita tetap semangat bergotong-royong memenangkan Ganjar-Mahfud," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada ke seluruh Kader PDIP hingga relawan untuk tidak memasang spanduk dan alat peraga lainnya, yang memiliki unsur kebencian.
"Dilarang menerima tawaran apapun, memasang spanduk atau demo. Sehingga, pertama , memasang spanduk atau demo di Solo, bukan PDI-P. Kedua, adanya keinginan adu domba dengan Mas Gibran. Saya tidak mau diadu domba dengan mas Gibran," katanya.
Sementara pantauan di sejumlah titik Kota Semarang, spanduk-spanduk itu ada di Jalan Setiabudi, Sriondol, Banyumanik, tepatnya sisi selatan Mako Banteng Raiders. Kemudian Jalan Kawi Candisari, JPO Karanganyu Semarang Barat, kawasan Terminal Banyumanik.
Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng berargumen munculnya aneka spanduk dengan tulisan seperti itu sebagai sebuah gerakan budaya. Dia menyebut tidak tahu-menahu siapa yang memasang aneka spanduk itu.