Sosok dr Mueen Al Shurafa Alumni UNS yang Meninggal di Palestina, Dikenal Baik dan Jujur
Pada tahun-tahun pertama menempuh pendidikan di UNS, dr Mueen Al Shurafa sempat kesulitan bahasa. Dia lebih lancar berbahasa Inggris dan Arab daripada Bahasa Indonesia.
Setelah memasuki tahun ketiga, mulai lancar berbahasa Indonesia. Terlebih presentasi juga harus menggunakan Bahasa Indonesia.
“Pada awal itu kelihatan bingung, apalagi kalau ada ngomongnya cepat. Setelah itu, dia tanya ke saya, itu maksudnya apa, setelah itu baru paham,” ucapnya.
Dia mengatakan, dr Mueen Al Shurafa pada semester 2 mau sempat mundur karena persoalan bahasa. Namun setelah dirayu karena nanti tenaganya akan dibutuhkan di negara asalnya, akhirnya bersedia melanjutkan.
Kendala bahasa membuat dr Mueen baru lulus setelah melewati semester 9. Namun demikian, hal itu memuatnya menjadi lebih fasih berbahasa Indonesia.