Siswa Madrasah di Pekalongan Luka Memar akibat Dikeroyok Belasan Temannya
“Luka berdarah di mulut, pipi kiri, belakang telinga kanan serta tulang punggung nyeri hebat dan luka kepala masih sakit akibat dipukul,” ungkap Chusnul, Selasa (19/9).
Penganiayaan ini diduga akibat sebelumnya terjadi salah paham antar siswa tersebut. Orang tua korban berharap 14 pelaku bullying pengeroyokan mendapatkan hukuman yang setimpal dan pihak sekolah menjatuhkan sanksi tegas.
Zainudin, kepala sekolah dan pimpinan pondok pesantren MBS Assalam Pekalongan membenarkan telah terjadi peristiwa kekerasan melibatkan sejumlah santri.
“Kejadian kekerasan berlangsung Sabtu 9 September malam. Kami sudah melakukan pemanggilan semua pelaku yang terlibat mulai dari santri kelas 7, 8, 9 juga dengan para saksi yang mengetahui peristiwa itu,” katanya.
Dia mengatakan ada kelalaian pengasuh hingga terjadi kekerasan terhadap anak tersebut. “Pada saat kejadian di asrama pondok harusnya ada pengasuh yang bertugas 24 jam, total ada 9 pengasuh yang mengurusi asrama santri,” ujarnya.