Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Perang Diponegoro, Latar Belakang, Tokoh yang Terlibat dan Akhir Perang

Senin, 15 Agustus 2022 - 14:20:00 WIB
Sejarah Perang Diponegoro, Latar Belakang, Tokoh yang Terlibat dan Akhir Perang
Ilustrasi perang Diponegoro. (Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi dan Tokoh yang Terlibat

Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun, terhitung dari tahun 1825 hingga tahun 1830. Hal ini diawali dari peristiwa pada tanggal 20 Juli 1825, di mana pihak istana mengutus dua bupati keraton senior yang memimpin pasukan Jawa-Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo. 

Saat itu Pangeran Diponegoro serta sebagian besar pengikutnya berhasil lolos, tapi kediamannya di Tegalrejo habis dibakar. Pangeran Diponegoro bergerak ke barat hingga ke Gua Selarong di Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul sebagai markas besarnya. 

Perang Diponegoro melibatkan berbagai kalangan, mulai dari kaum petani hingga golongan priyayi yang menyumbangkan uang serta barang-barang berharga lainnya sebagai dana perang. Kaum pribumi yang terlibat perang dengan berbekal semangat “Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati” yang memiliki arti "sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati”.

Dalam perjuangan melawan Belanda, Pangeran Diponegoro tidak sendiri, tetapi dibantu oleh Kyai Mojo yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.

Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro juga berkoordinasi dengan I.S.K.S. Pakubuwono VI serta Raden Tumenggung Prawirodigdoyo seorang Bupati Gagatan. Hanya dalam waktu tiga minggu setelah penyerbuan Tegalrejo, pasukan Diponegoro sudah dapat melakukan penyerangan dan berhasil menduduki keraton Yogyakarta.

Keberhasilan ini disusul dengan kemenangan di beberapa daerah pada tahun-tahun awal berkobarnya Perang Diponegoro. Pergerakan pun meluas ke daerah Banyumas, Kedu, Pekalongan, Semarang, dan Rembang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut