Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Bus Ziarah Wali Songo Nyasar di Jalan Sempit Pati, Disesatkan Google Maps?
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kerajaan Demak, Raja-Raja, Peninggalan, Masa Kejayaan dan Keruntuhannya

Minggu, 03 September 2023 - 18:35:00 WIB
 Sejarah Kerajaan Demak, Raja-Raja, Peninggalan, Masa Kejayaan dan Keruntuhannya
Masjid Agung Demak, salah satu peninggalan dari Kerajaan Demak yang hingga kini banyak dikunjungi pengunjung. (IG @hippoacademy.id)
Advertisement . Scroll to see content

Peninggalan Kerajaan Demak 

Kerajaan Demak meninggalkan beberapa peninggalan-peninggalan yang masih dapat ditemui hingga saat ini. Berikut ini daftar peninggalan Kerajaan Demak.

Masjid Agung Demak
Masjid yang berdiri sekitar tahun 1479, merupakan salah satu masjid tertua yang berada di Kauman, Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun oleh Raden Fatah dengan bantuan Wali Songo. Masjid Demak juga dimanfaatkan untuk penyebaran Agama Islam dan juga Pembelajaran dari para ulama. Masjid Demak kini menjadi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan, baik untuk ziarah atau beribadah.

Makam Sunan Kalijaga
Peninggalan Kerajaan Demak selanjutnya adalah Makam Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga merupakan salah satu Walisongo, yang mempunyai pengaruh besar dalam penyampaian agama dan juga penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Makam Sunan Kalijaga tak pernah sepi pengunjung untuk berziarah, berdoa atau sekadar berselawat.

Soko Guru 
Soko Guru termasuk salah satu peninggalan Kerajaan Demak. Soko Guru merupakan tiang penyangga dari Masjid Agung Demak, dengan tinggi 19,54 meter dengan diameter 1,45. Tiang ini terbuat dari kayu dengan jumlah 4, pembuatan tiang sendiri dilakukan oleh Sunan Kalijaga, Sunan Jati, Sunan Ampel dan Sunan Benang. Soko Guru merupakan lambang keharmonisan atau persatuan di tengah Masjid yang bermakna kekuatan.

Lawang Bledek 
Disebut Lawang Bledek karena pintu tersebut berbentuk seperti petir atau bledek. Pemahat pintu tersebut adalah Ki Ageng Selo yang memahat pada tahun 1466 M. Pintu tersebut dipasang sebagai pintu utama yang ada di Masjid Agung Demak. Tetapi karena usia yang sudah terlalu tua, pintu tersebut sudah disimpan dan dirawat di museum masjid.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut