5 Jenis Rumah Adat Jawa Tengah, Nomor 3 Tidak Bisa Dibangun Sembarangan
Rumah Joglo memiliki bentuk bujur sangkar dengan empat pokok tiang di tengahnya. Tiang itu dinamakan saka guru. lalu untuk menopang tiang dipakai blandar bersusun yang bernama tumpang sari. Seiring berkembangnya zaman, ada tambahan-tambahan ruang di dalam rumah Joglo . Namun, dasar rumahnya tetap berbentuk persegi.
Bahan dasar untuk membuat rumah Joglo adalah kayu. Berbagai jenis kayu bisa dipakai untuk membuat rumah adat Joglo, di antaranya jati, sengon, dan kelapa. Kayu jati selalu menjadi primadona untuk dijadikan bahan utama karena ketahanan, keawetan, dan kekuatannya.
Beberapa ciri khas Rumah Joglo adalah bagian atap terbuat dari genteng tanah liat. Pada era dulu, masyarakat tradisonal ada yang memakai ijuk, jerami, atau alang-alang untuk membuat atap rumahnya. Pemakaian bahan-bahan dari alam dengan atap yang tinggi membuat penghuni merasa sejuk dan nyaman untuk ditempati.
Sirkulasi udara di rumah Joglo sangat baik. Atap yang dibuat bertingkat-tingkat menyimpan makna tersendiri. Ketinggian atap Joglo yang bertahap, mempunyai hubungan pergerakan manusia dengan udara.
Selain bentuk atap bertingkat, salah satu hal yang menjadi ciri khas dari rumah Joglo yaitu bentuk atapnya. Atap rumah Joglo adalah perpaduan dari dua bidang atap segitiga dengan dua bidang atap trapesium. Di atap-atap itu mempunyai sudut kemiringan yang beda. Atap Joglo selalu ada di tengah dan diapit oleh atap serambi.