Ribuan Nelayan di Rembang Demo, Tolak Pajak Tangkapan Ikan 10 Persen
"Jangan menyudutkan ya, kita bersama-sama, karena ini keputusan dari pemerintah pusat. Kami pun tidak punya kewenangan bergerak, kalau tidak dengan jenengan (anda). Kami minta perwakilan, didata siapa yang akan mendampingi saya bersama DPRD ke pemerintah pusat," ujar Abdul Hafidz.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang juga menandatangani surat pernyataan tertulis sebagai bentuk dukungan kepada nelayan.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Rembang, Bisri Cholil Laquf (Gus Ipul). Dia menyebut bola ada di tangan pemerintah pusat. Sebagai solusi, perwakilan nelayan didampingi DPRD dan Pemkab Rembang dijadwalkan berangkat ke Jakarta.
“Saya sudah memahami keinginan saudara. Kita punya komitmen untuk membicarakan ini ke pusat. Kami tidak hanya janji. Nelayan menyumbang pendapatan terbesar, jadi harus diperjuangkan," tuturnya.
Setelah aksinya mendapat tanggapan, massa nelayan akhirnya membubarkan diri. Aksi membuat jalur Pantura di depan gedung DPRD berubah menjadi lautan manusia, sehingga tidak memungkinkan dilewati kendaraan.
Lalu lintas dari arah Semarang maupun arah Surabaya, dialihkan melalui jalur alternatif. Demo dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Editor: Ary Wahyu Wibowo