Resmikan Monumen Jenderal Hoegeng di Pekalongan, Kapolri: Tokoh Panutan Generasi Polisi
Dia menekankan, segala bentuk keteladanan yang diwariskan oleh Jenderal Hoegeng harus terus diteladani oleh generasi penerus bangsa serta seluruh personel kepolisian saat ini maupun masa mendatang.
"Sehingga kemudian tentunya kami yang muda-muda melihat beliau sebagai tokoh panutan, teladan yang harus kita warisi keteladanannya, kejujuran, keberaniannya. Dan nilai-nilai lain yang tentunya ini menjadi sangat penting untuk generasi polisi baik yang sekarang maupun akan datang," katanya.
Pada kesempatan itu, dia juga sempat berdialog melalui virtual dengan Meriyati Roeslani atau Meri Hoegeng, istri mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Dalam dialognya, Eyang Meri sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan jajaran yang telah meresmikan monumen Jenderal Hoegeng. Menurut Eyang Meri, Pekalongan merupakan daerah yang memiliki sejarah historis yang manis.
"Pak Listyo saya banyak banyak terima kasih atas hal yang dikerjakan. Sungguh besar pastinya karena Pekalongan membawa pesan yang manis bagi saya. Dan pak Listyo saya minta semua anggota Bhayangkara-Bhayangkari agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Terus menolong dan berbagi. Kami juga memohon selalu senyum dan kami hanya bisa bilang satu pak Listyo titip Polri, terima kasih," ucapnya.
Menanggapi itu, Listyo Sigit menegaskan, akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus meneladani sosok panutan Jenderal Hoegeng.
"Terima kasih Eyang Meri kami semua mendengar apa yang baru saja dipesankan dan disampaikan oleh Eyang Meri. Tentunya kami menyadari tidak mudah untuk menjadi seorang Hoegeng Iman Santoso. Namun kami yakin generasi muda akan berusaha semaksimal mungkin untuk teladani Jenderal Hoegeng Iman Santoso," katanya.
Editor: Kurnia Illahi