Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Rentetan Gempa di Jateng Berdekatan dengan Jalur Sesar Merapi Merbabu, Rawa Pening dan Ungaran

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:25:00 WIB
Rentetan Gempa di Jateng Berdekatan dengan Jalur Sesar Merapi Merbabu, Rawa Pening dan Ungaran
Peta Seismisitas Sesar Merapi-Merbabu Periode Tahun 1960-Mei 2021. (foto: Dok BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG  Daryono mengungkapkan rentetan gempa di Banyubiru, Ambarawa, Salatiga, dan sekitarnya diawali dengan gempa utama. Gempat itu terjadi pada Sabtu (23/10/2021) pukul 00.32 WIB berkekuatan 3,0 Magnitudo merupakan fenomena gempa swarm.  

“Terkait fenomena swarm yang mengguncang Banyubiru, Ambarawa, Salatiga dan sekitarnya ada dugaan jenis swarm tersebut berkaitan dengan fenomena tektonik (tectonic swarm), karena zona ini cukup kompleks berdekatan dengan jalur Sesar MerapiMerbabu, Sesar Rawapening dan Sesar Ungaran,” kata Daryono dalam keterangannya, Minggu (24/10/2021).

Dia mengatakan dugaan tektonik swarm ini tampak dari bentuk gelombang geser (shear wave) yang sangat jelas dan nyata menggambarkan adanya pergeseran dua blok batuan secara tiba-tiba.

“Tectonic swarm umumnya terjadi karena adanya bagian sesar yang mengalami rayapan (creeping) sehingga mengalami deformasi aseismik atau bagian/segmen sesar yang tidak terkunci (locked) bergerak perlahan seperti rayapan (creep),” katanya.

Menurutnya, fenomena gempa swarm di Banyubiru ini tentu sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut dan menjadi tantangan bagi para ahli kebumian kita untuk mengungkap penyebab sesungguhnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut