Rayakan Maulid Nabi, Warga Kaliwungu Gelar Tradisi Weh-Wehan
Makanan khas Kaliwungu, seperti sumpil tidak pernah absen dalam perayaan maulud tersebut, bahkan makanan dari bahan beras dan dibungkus daun bambu ini hanya ada dan dibuat khusus pada perayaan hari besar Islam.
Tidak hanya makanan khas yang disajikan, berbagai macam makanan dan minuman juga disuguhkan warga sebagai bentuk suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Warga Kaliwungu, Ika Rakhim mengatakan, tradisi weh-wehan ini mempunyai makna saling berbagi dan mengalap berkah. Arti kata weh-wehan atau saling memberi ini juga mengajarkan kepada warga untuk saling berbagi. “Makanan yang disajikan kini mulai banyak yang instan, namun makanan khas masih dijumpai dan selalu dicari,” tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki