Ratusan Ribu Data Mahasiswa Undip Bocor, Pakar IT: Sangat Mungkin Terjadi
“Konsep-konsep dari jaringan itu, dari dulu sampai sekarang sama. Bedanya dengan sistem operasinya itu berkembang dan peralatan atau perangkat pun berkembang,” katanya.
Untuk itu, demi menjaga keamanan sistem mesti disiagakan admin yang memantau selama 24 jam penuh. Apalagi, bila jaringan itu banyak diakses sehingga memiliki potensi kerentanan dibobol sangat tinggi.
“Sehingga di sini kalau misalkan kita mau mengatur untuk keamanan data, memang satu-satunya jalan harus ada admin yang mengawasi dari server yang dipergunakan untuk menaruh data tersebut. Jadi seperti satpam 24 jam,” ujarnya.
“Kecuali kalau itu hanya berlaku untuk internal. Contoh misalnya yang dilakukan hampir semua bank. Mereka kan punya jaringan, cuma jaringannya ini hanya untuk internal. Artinya dia yang terkoneksi langsung ke server tersebut tidak bisa diakses lewat internet, sehingga seandainya terjadi pembobolan kemungkinan besar ya orang dalam terlibat,” katanya.
Sementara kasus pembobolan sistem jaringan yang berisi data mahasiswa Undip bersifat terbuka. Sehingga, banyak orang bisa dengan mudah mengaksesnya.
“Lha model kaya Undip ini adalah jaringan yang open. Artinya, datanya itu bisa diakses lewat internet, jadi itu mau dipakai model sekuriti apa pun, kalau memang bisa mengakses dari luar, maka risikonya itu (dibobol),” tegasnya.
Belum ada penjelasan dari pihak Undip tentang kabar kebocoran data mahasiswa tersebut. "Untuk keterangan resmi, akan kami infokan segera,” kata Humas Undip, Utami Setyowati.
Editor: Ahmad Antoni