Ratusan Peserta Ikuti Diklat Banser di Korsel, Gus Yaqut: Masa Depan NU Cerah
“Tapi, kalau sembarangan dalam mengurus organisasi, ya ke depan NU akan mandek, tidak berkembang. Mbah Hasyim tak hanya berpesan siapa yang mengurusi NU akan dianggap santri beliau dan akan didoakan husnul khotimah. Namun, beliau juga mengingatkan, NU akan ditinggalkan jamaahnya ketika jam'iyah tak memberi manfaat. Makanya, dalam berkhidmah kita harus serius," ujarnya.
Gus Yaqut mengatakan, tentu warga Nahdliyin tak ingin NU bubar. NU, ucapnya, harus terus tegak berdiri dan semakin besar terlebih lagi NU memiliki sejarah panjang di negeri ini.
“Kemerdekaan Indonesia salah satunya diperjuangkan oleh para muassis NU, Mbah Hasyim, Mbah Chasbullah, Mbah Bisri Sansuri, dan lainnya. Sebab itu, kita akan selalu berada di garda terdepan ketika Indonesia dirongrong musuh, pihak-pihak yang ingin Indonesia yang damai ini bubar, atau ingin mengganti dengan khilafah Islamiyah. Indonesia ini warisan para kiai kita. Begitu juga Ansor Banser juga memiliki catatan sejarah atas negeri ini,” katanya.
Menurut Gus Yaqut, Ansor yang dilahirkan sebelum Indonesia merdeka, selalu berjuang bersama komponen bangsa lainnya dalam mempertahankan keutuhan negeri ini. Mulai dari era sebelum kemerdekaan, masa merebut kemerdekaan, pemberontakan DI/TII, PKI sampai membubarkan HTI.
Sebab itu Gus Yaqut berharap, Ansor Banser selalu solid dalam satu komando. "Tidak boleh pimpinan memutuskan A, kader Ansor Banser malah bertindak B. Soliditas dalam satu komando dengan tindakan yang terukur inilah yang menjadikan organisasi ini besar dan disegani baik lawan maupun kawan," katanya.
Editor: Kastolani Marzuki