“Saya sempat melihat pusaran anging dari arah selatan menghantam rumah saya. Istri saya sudah menangis terus karena ketakutan,” kata Siswoyo, Selasa (26/11/2019).
Warga Desa Kronggen lainnya, Subandi mengaku, saat kejadian diriny tengah berada di teras rumah bersama keluarga. Namun, ketika melihat angin kencang mengarah ke rumahnya, dia berusaha menyelamatkan istri dan anak-anak ke dalam rumah.
“Hujannya seperempat menit, anginnya sih cuma sekitar enam menit. Kalau lebih lama lagi, wah enggak tahu bagaimana lagi di sini. Kami hanya berlindung di rumah aja, enggak berani keluar,” ujar Subandi.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, aktivitas warga yang terkena musibah menjadi terganggu. Hingga Selasa pagi, banyak warga yang terpaksa tidak bekerja karena memilih memperbaiki rumah mereka yang rusak.
Editor: Maria Christina