Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waktu Buka Puasa Arafah Jogja Hari Ini 26 Mei 2026, Lengkap Doa Berbuka
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Spanduk Lockdown di Yogyakarta Diturunkan Pengurus RT

Minggu, 29 Maret 2020 - 21:05:00 WIB
Puluhan Spanduk Lockdown di Yogyakarta Diturunkan Pengurus RT
Warga Mlati, Kota Yogyakarta memasang spanduk bertuliskan Mlati Tidak lockdown Salam Sehat. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

“Kami memahami reaksi pimpinan masyarakat di wilayah yang merasa perlu memberikan perlindungan kepada warganya, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dengan benar, mereka dapat memahami dan berkomitmen mengawal warga yang baru datang atau mudik untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas,” katanya.

Heroe juga kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat selalu berpikir jernih dan tidak panik dalam menghadapi penyebaran COVID-19. “Setiap kota dan wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Kemampuan mereka pun berbeda-beda, begitu pula dengan masyararkatnya pun memiliki sikap yang tidak sama,” katanya.

Menurut Heroe, keputusan melakukan “lockdown“ atau penutupan wilayah perlu didasarkan pada banyak pertimbangan, seperti kondisi dan kesiapan masyarakat untuk tetap bediam diri di rumah, pemenuhan logistik, hingga dana yang dimiliki pemerintah untuk memenuhi kebutuhan logistik saat dilakukan lockdown.

Sementara itu, selain melapor ke RT/RW dan memeriksakan kesehatan di puskesmas, warga yang baru mudik ke Yogyakarta juga diminta mematuhi aturan melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Sepanjang Maret, sudah ada sekitar 9.000 warga yang memeriksakan diri ke puskesmas. Penyemprotan lingkungan dengan disinfektan pun terus dilakukan. “Hingga saat ini, sudah hampir 75 persen wilayah Kota Yogyakarta, khususnya di kampung-kampung sudah disemprot dengan disinfektan,” katanya.

Selain itu, hampir semua pertokoan, pasar, dan tempat publik menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Ini adalah bentuk kebersamaan warga di Kota Yogyakarta. Harus tetap saling menjaga dan melindungi di tengah pandemi Corona,” katanya.

Hingga Minggu (29/3/2020) pukul 16.00 WIB, total pasien dalam pengawasan di DIY yang sudah diperiksa sebanyak 175 orang, dan sebanyak 40 di antaranya dinyatakan negatif COVID-19, 19 positif COVID-19 (satu sembuh, tiga meninggal dunia), dan masih dalam proses uji laboratorium sebanyak 116 orang dengan empat di antaranya meninggal dunia.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut