Puluhan Hektare Padi di Kendal Terancam Puso akibat Terendam Banjir
Zaenuri mengatakan, banjir luapan Sungai Blorong membuat petani padi mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena bisa dipastikan kualitas gabah akan turun.
Hal senada disampaikan petani di Desa Tosari, Rridwan. Menurut dia, dampak banjir membuat penghasilan petani menurun. “Kalau normal, harga gabah bisa mencapai Rp4.000/kg, tapi dengan kondisi seperti ini harga gabah turun antara Rp3.500-3.600 per kg gabah basah,” tuturnya.
Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Brangsong, Nona Sitisupadmi mengatakan, tanaman padi terdampak banjir di Kecamatan Brangsong ada sekitar 58 ha, namun untuk data hari ini belum masuk sebab petugas masih melakukan cek di lapangan.
“Sampai sat ini, pihak pemerintah belum bisa berbuat banyak. Sebab kondisi air saat ini sudah surut. Jika air langsung surut kemungkinan kerusakan padi tidak begitu banyak,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki