Puluhan Anak STM Menyusup saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Semarang
Mereka kembali berlarian ke tengah massa ketika mendengar teriakan yang disusul lemparan botol dan batu ke aparat polisi. Meski terlihat garang, namun keberadaan para remaja ini disebut di luar kelompok massa pandemo.
"Jadi memang ada beberapa anak-anak. Banyak sekali anak-anak di luar aliansi Gerakan Rakyat Menggugat atau Geram. Kemudian mereka buat provokasi, mereka melemparkan botol, manjat-manjat pagar Gedung DPRD," ujar Ketua BEM Universitas Diponegoro (Undip) Razin Hilmy, Rabu (7/10/2020) malam.
"Kalau dilihat bukan dari mahasiswa, saya dapat kabar itu anak STM," katanya.
Unjuk rasa yang diikuti ribuan orang itu pun berakhir ricuh. Polisi menyemprotkan air melalui water cannon, dan menembaki massa dengan gas air mata. Pengunjuk rasa pun bubar lari tunggang langgang.
Editor: Kastolani Marzuki