Puasa Senin, Syekh Ali Jaber: Wujud Cinta kepada Nabi SAW
Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." (HR. Muslim) [No. 1162 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Dalam hadis lain disebutkan:
عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dari Qotadah dari Anas berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya". (HR. Bukhari) [ No. 15 Fathul Bari] Shahih.
"Semoga Allah memberikan kita Taufik agar bisa tetap Istiqomah dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya. Aamiin," ucapnya.
Selain akan diampuni dosa-dosanya, setiap hari Senin dan Kamis, seluruh amal atau perbuatan manusia selama satu pekan akan dinilai Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.