Profil Bupati Pati yang Akan Naikkan PBB Sampai 250%: Fakta dan Kontroversi di Baliknya
Setelah menggeluti bidang teknik dan birokrasi, Sudewo beralih ke dunia politik dan berhasil menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah pada 2009-2014. Setelah masa jabatan tersebut, ia vakum dan kemudian kembali terpilih pada periode 2019-2024. Pada Pemilu 2024, meskipun terpilih kembali sebagai anggota DPR RI, Sudewo memilih jalur eksekutif dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Pati dan resmi menjabat pada awal 2025.
Salah satu kebijakan Sudewo yang mengundang kontroversi adalah menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan hingga 250 persen. Kebijakan ini diambil setelah 14 tahun tarif PBB tidak mengalami perubahan, sementara penerimaan dari PBB di Kabupaten Pati jauh tertinggal dibanding kabupaten tetangga seperti Jepara, Rembang, dan Kudus.
Menurut Sudewo, peningkatan pendapatan dari PBB sangat krusial untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan, renovasi rumah sakit umum daerah, serta program pengembangan pertanian dan perikanan yang menjadi sektor utama daerah.
“PBB Kabupaten Pati hanya sebesar Rp 29 miliar, sedangkan Kabupaten Jepara mencapai Rp 75 miliar, Kabupaten Rembang dan Kudus masing-masing Rp 50 miliar, padahal wilayah Pati jauh lebih besar,” kata Sudewo.
Dengan data tersebut, ia menegaskan pentingnya penyesuaian tarif PBB yang sudah lama tidak diubah sejak 14 tahun terakhir.