Presiden Jokowi Hijaukan Lahan Kritis di Wonogiri dengan Tanaman Vetiver
"Vetiver maupun tanaman keras lain yang lebih utama, bagaimana lahan kritis ini ke depan diberdayakan agar kerusakan atau sedimentasi daerah aliran sungai bisa diantisipasi," katanya.
Selain itu, kata Joko, Presiden juga berpesan tentang perlunya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk mengoptimalkan lahan yang dianggap kritis dan tidak potensial.
"Melalui momentum ini adalah bagaimana masyarakat punya pola pikir baru bagaimana lahan kritis kalau diberdayakan dengan varietas yang tepat maka akan punya nilai keekonomian yang sangat luar biasa," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, sesuai dengan komitmen Presiden bahwa pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan mengalokasikan anggaran untuk pemanfaatan lahan kritis di Wonogiri.
"Ibu Menteri (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) jelas akan mengalokasikan anggaran untuk lahan di Wonogiri karena kami punya Waduk Gajah Mungkur yang sekarang dalam kondisi kritis, maka perlu penanganan,” kata Joko.
Joko mengatakan saat ini ada seluas 88.000 hektar tegalan yang ada di Kabupaten Wonogiri. Menurut dia, nantinya akan dilakukan verifikasi berapa persen yang masuk sebagai lahan kritis.
"Yang pasti untuk penanaman ini diutamakan di daerah aliran sungai, untuk total pohon yang ditanam sebanyak 1,5 juta, ini disesuaikan dengan varietas yang ada," katanya.
Editor: Reza Yunanto