Potret Toleransi Warga Jateng Sambut Biksu Thudong: Ramah, Murah Senyum dan Rukun
Saat melintasi wilayah Kabupaten Semarang, 32 biksu thudong beristirahat di sebuah musala. Gubernur JatengGanjar Pranowo sempat menyaksikan rombongan biksu tersebut beristirahat.
"Saya bangga, terharu, banyak orang di pinggir jalan, ternyata mereka menunggu biksu yang berjalan. Mereka berjalan dan alhamdulillah sambutan masyarakat luar biasa," katanya.
Hal itu menunjukkan suatu pemandangan yang indah sekali, yang menggambarkan bagaimana hubungan antaragama dan antarmanusia itu baik sekali.
Ketua Thudong Internasional Welly Widadi menuturkan ritual berjalan sudah dilakukan sejak Sang Buddha Gautama. Zaman dulu, Sang Buddha Gautama untuk menyampaikan ajarannya, berjalan kaki dari satu daerah ke daerah yang lain, dari satu kota ke kota yang lain, dan dari satu negara ke negara yang lain.
Thudong yang dilakukan oleh 32 biksu ini mengikuti ajaran Sang Buddha, mereka berjalan kaki dari Thailand menuju Malaysia, Singapura, dan Indonesia dengan tujuan ke Candi Borobudur untuk melaksanakan Tri Suci Waisak 2567 BE/2023.