Potret Toleransi di Purbalingga, Penaruban Bersalawat dan Tari Sufi Digelar di Kompleks Gereja
Sejumlah warga gereja pun ikut membantu terselanggaranya acara itu, seperti menyediakan kursi, menata tempat dan menjaga genset agar listrik tidak padam.
Dengan memakai kopiah dan baju khas masyarakat tradisional Turki yang beraneka warna, sejumlah penari berdiri di sebelah kiri dan kanan panggung, berputar mengikuti irama musik rebana yang bertalu-talu.
Mereka berputar-putar ke kiri, puluhan kali, bahkan ratusan kali, dengan kaki tetap bertumpu pada tengah, di titik stabil.
Banyak tamu undangan terpesona oleh tarian yang ditunjukkan santri KH Amin Budi Harjono itu. Kiai Budi sengaja membawa murid tari sufinya ke acara Penaruban Bersalawat.
KH Amin Maulana Budi Harjono yang tampil penuh humor selanjutnya mengajak kepada warga Desa Penaruban dan sekitarnya untuk terus memupuk kerukunan di tengah-tengah perbedaan.