Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gawat! Peralatan Pemantau Gunung Semeru Dicuri, Pengawasan Aktivitas Vulkanis Terganggu
Advertisement . Scroll to see content

PLTS Atap Makin Diminati Rumah Tangga di Indonesia, Ini Penyebabnya

Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:31:00 WIB
PLTS Atap Makin Diminati Rumah Tangga di Indonesia, Ini Penyebabnya
Seorang teknisi mengecek panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (30/8/2021). (Foto: iNews.id/Irfan Ma"ruf).
Advertisement . Scroll to see content

Listrik yang umumnya dipakai oleh masyarakat Indonesia saat ini berasal dari pembangkit tenaga listrik yang menggunakan bahan bakar fosil. Kelemahannya, proses pembakaran menghasilkan gas rumah kaca sehingga menambah konsentrasi gas rumah kaca di bumi yang memicu peningkatan suhu bumi dan pemanasan global.

Hal ini pula yang meningkatkan kepedulian untuk beralih dari bahan bakar yang tidak ramah lingkungan ke yang ramah lingkungan. Pemanfaatan tenaga panas matahari bisa dijadikan pilihan, apalagi di tengah ancaman krisis energi.

Pemanfaatan energi matahari ini dilakukan dengan mengubah sinar matahari menjadi energi panas atau listrik untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Pemanfaatan tenaga surya dilakukan dengan mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik.

Dua tipe dasar tenaga matahari, yakni sinar matahari dan photovoltaic atau tenaga matahari. Bahan dasar untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi ini mrupakan bahan semikonduktor. Umumnya yang digunakan bahan silikon berwarna hitam. 

Bahan dasar silikon ini dibuat menjadi lempengan dan dipasangi tiang agar bisa diarahkan langsung pada matahari. Silikon dapat merefleksikan matahari seperti kaca.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut