Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Kematian Warga Boyolali Diduga gegara Sate Kiriman, 8 Orang Diperiksa Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Petani di Lereng Merapi Ternyata Tak Tahu Hargai Cabai di Pasaran Naik, Kok Bisa?

Jumat, 17 Desember 2021 - 13:29:00 WIB
Petani di Lereng Merapi Ternyata Tak Tahu Hargai Cabai di Pasaran Naik, Kok Bisa?
Petani di Desa Soroteleng, Kecamatan Selo Boyolali tak mengetahui jika harga cabai di pasaran mengalami kenaikan. (iNews/Tata Rahmanta)
Advertisement . Scroll to see content

BOYOLALI, iNews.id - Para petani cabai di lereng Gunung Merapi Boyolali ternyata tidak mengetahui bila harga cabai di pasaran mengalami kenaikan. Mereka tak mengikuti perkembangan harga cabai di pasaran yang melonjak tajam.

Harga cabai merah keriting d tingkat petani hanya Rp35.000 per kilogram. Sementara di pasaran cabai merah keriting bisa mencapai Rp500. 000 hingga Rp55.000 per kilogram.

Diduga ketidaktahuan petani terkait perkembangan harga cabai di pasaran karena selama ini para petani menjual hasil panennya hanya kepada tengkulak dengan cara diambil ke rumah.

“Sejak awal panen seminggu yang lalu, harga cabai hanya di kisaran Rp35.000 per kilogram,” kata Siswoto Sikas, petani cabai, Jumat (17/12/2021).

Para petani berharap apabila harga cabai benar naik, supaya para tengkulak juga membeli hasil panen ikut naik.

Sehingga para petani bisa untung. Dalam satu patok lahan pertanian para petani membutuhkan lebih dari 2.000 pohon cabai dengan biaya produksi Rp4 juta hingga Rp5 juta.
 

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut