Penumpang TransJateng Kini Bisa Masuk Dusun Semilir Gratis, Cukup Tunjukkan Tiket
SEMARANG, iNews.id – Kabar gembira bagi pengguna transportasi publik. Penumpang TransJateng kini dapat menikmati akses masuk gratis ke kawasan wisata Dusun Semilir di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pengunjung hanya perlu menunjukkan tiket atau bukti perjalanan TransJateng kepada petugas loket untuk mendapatkan fasilitas bebas tiket masuk ke destinasi wisata tersebut.
Program ini diluncurkan bersamaan dengan peresmian Halte TransJateng Dusun Semilir oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026). Kolaborasi antara sektor pariwisata dan transportasi publik ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum.
CEO Dusun Semilir, Hee Nanda Dlaneri, mengatakan pihaknya juga menyiapkan sejumlah program promosi dan insentif khusus bagi penumpang TransJateng selama masa liburan sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat sinergi antara destinasi wisata dan layanan transportasi publik.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menilai kolaborasi tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Terlebih, Koridor TransJateng Semarang–Bawen merupakan salah satu rute dengan mobilitas penumpang yang tinggi.
Data Pemprov Jawa Tengah mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlah penumpang pada koridor tersebut telah mencapai sekitar satu juta orang. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi pasar wisata yang signifikan bagi berbagai destinasi di sepanjang jalur TransJateng.
Selain menghadirkan program tiket gratis, halte baru TransJateng di Dusun Semilir juga menjadi daya tarik tersendiri. Halte tersebut dibangun dengan desain tematik berbentuk stupa yang terinspirasi dari ikon wisata Jawa Tengah, Candi Borobudur, sehingga selaras dengan karakter kawasan wisata Dusun Semilir.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap kolaborasi serupa dapat diperluas ke destinasi wisata lainnya. Dengan demikian, sektor transportasi publik dan pariwisata dapat tumbuh beriringan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Editor: Kastolani Marzuki