Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Olah TKP Kasus Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris
Advertisement . Scroll to see content

Pengakuan Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Bunuh 11 Orang: Kesal Sering Ditagih

Selasa, 04 April 2023 - 15:56:00 WIB
Pengakuan Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Bunuh 11 Orang: Kesal Sering Ditagih
Polisi dan tim SAR saat menggali lokasi diduga korban pembunuhan berantai dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara. Foto: iNews TV/Elis Novit.
Advertisement . Scroll to see content

BANJARNEGARA, iNews.id – Polisi mengungkap kasus dukun pengganda uang di Banjarnegara yang diduga telah membunuh 11 orang. 

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Mbah Slamet alias ST (45) yang dipercaya bisa melipatgandakan uang hingga miliaran rupiah itu sontak menggegerkan publik. Mbah Slamet alias ST kini sudah ditahan di Polres Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Handri Yulianto mengatakan, kasus pembunuhan itu terungkap setelah adanya laporan kehilangan oleh keluarga korban PO (53) asal Sukabumi. Polisi yang melakukan penelusuran akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan oleh pelaku.

“Kami mengamankan barang bukti berupa 471 lembar uang palsu mainan pecahan Rp100.000, racun ikan yang digunakan untuk membunuh korban dan pakaian yang dikenakan korban,” katanya, Senin (3/4/2023).

Kepada polisi. Mbah Slamet mengaku nekat membunuh korbannya karena kesal ditagih uang yang dijanjikan tak kunjung diberikan.

Korban sudah setor uang Rp70 juta dan dijanjikan bisa berlipat menjadi Rp5 miliar tak kunjung mendapatkan hasil.

“Saya membunuh korban karena kesal sering ditagih oleh korban,” kata ST.

Mbah Slamet mengaku membunuh korbannya dengan cara memberikan racun ikan. Dia mengaku telah membunuh lebih dari satu orang. 

Namun, dari hasil penyelidikan terungkap ada 11 korban pembunuhan Mbah Slamet yang dikubur dalam satu lubang pada sebidang kebun milik tersangka di Desa Balun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut