Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sadis! Ibu di Pekalongan Dianiaya Anak Kandung hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Peneliti ITB Sebut Tanggul di Pesisir Pekalongan Bukan Solusi Utama Atasi Rob

Jumat, 19 Juni 2020 - 18:15:00 WIB
Peneliti ITB Sebut Tanggul di Pesisir Pekalongan Bukan Solusi Utama Atasi Rob
Banjir rob menerjang Kabupaten dan Kota Pekalongan. (Foto: iNews/Suryono Sukarno)
Advertisement . Scroll to see content

Dia pun mencontohkan, penanganan rob di Jakarta dengan tanggul yang dibangun cukup tinggi dan kuat, namun air laut tetap bisa melintas. Bahkan, di beberapa titik tanggul bocor dan jebol.

“Di Pekalongan akan terlihat masalah yang sama dengan di Jakarta. Pada proses pembangunannya saja land subsidence sudah ada sehingga tanggul ditinggikan lagi. Ada kebocoran juga,” katanya.

Oleh karena itu, solusi dengan pembangunan tanggul belum selesai. Andreas menjelaskan, tanggul mengalami land subsidence juga, sehingga air laut bisa melewati tanggul (overtopping). Selain itu, potensi tanggul bocor dan jebol bisa terjadi.

“Kesimpulannya tanggul bukan solusi utama. Land subsidence harus dikendalikan. Land subsidence ini faktor utamanya karena eksploitasi air tanah berlebihan,” katanya.

Heri menuturkan, land subsidence bisa dikendalikan namun hanya terjadi di beberapa negara. Upaya alternatif lainnya untuk mengatasi rob bisa dengan merelokasi warga terdampak banjir.

Tetapi, relokasi membutuhkan anggaran kurang lebih Rp20 triliun. Reklamasi lahan pun bisa dilakukan untuk alternatif jangka panjang. Heri mendorong agar dibentuk satuan gugus tugas untuk menangani rob di wilayah pesisir Pekalongan di bawah Pemprov Jateng.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut