Pendukung Prabowo Lapor ke Polisi, Ini Kata Ketua DPRD Boyolali
Paryanto yang merupakan koordinator lapangan aksi “Boyolali Bermartabat” beberapa waktu lalu menegaskan, dia dan bupati hanya bermaksud memberi ruang ekspresi kepada masyarakat Boyolali yang memang merasa tersinggung dengan pidato Prabowo. Namun, aksi itu dinilai masih memiliki batasan dan tidak sampai terjadi aksi anarkistis.
“Yang paling penting aksi itu, ending-nya yang kita perhatikan Tidak ada aksi yang anarkis, negatif, tidak ada. Menyampaikan pendapat itu boleh, silakan, yang penting tidak anarkis. Sekeras apapun silakan, yang penting tidak anarkis,” paparnya.
Dia juga mengatakan, masih menunggu perkembangan setelah pendukung Prabowo melaporkan soal aksi masyarakat Boyolali ke Mabes Polri dan Bawaslu.
“Kami akan menunggu nanti responsnya seperti, dari pihak penyelenggara pemilu, juga dari pihak kepolisian. Kami akan menyikapi hal itu. Kami akan ikuti proses dan prosedurnya seperti apa. Wong namanya itu juga aturan, regulasi yang harus diikuti semua. Kami tidak pungkiri karena kami hadir,” paparnya.
Sementara saat hal ini akan dikonfirmasi Selasa (6/11/2018), Bupati Boyolali Seno Samudra tidak ada di tempat. Menurut penjaga rumah dinas bupati, Darsono, Bupati Boyolali Seno Samudra bersama ajudannya berangkat ke Jakarta pada Selasa pagi menjelang siang. Namun, dia tidak mengetahui tujuan mereka ke Jakarta.
“Bapak tadi ke Jakarta, jam setengah 11. Ada acaranya, tapi kurang tahu apa acaranya,” kata Darsono.
Editor: Maria Christina