Pencarian 4 Korban Banjir Bandang di Pemalang Dihentikan Sementara
“Anak-anak tidak bisa menyelamatkan diri karena derasnya air demikian juga orang tuanya yang hendak menolong juga menjadi korban,” kata Heru.
Warga Desa Beluk, Budi menuturkan, awalnya ada lima anak sedang mandi dan bermain di Sungai Rajasa. “Tiba-tiba arus terjadi banjir bandang, sehingga kelima anak ini tak bisa menyelamatkan diri,” katanya.
Kelima bocah itu masing-masing Tendi (11), Fatir (12), Rahma (11), Diki (11) dan Iis (11). Tarno (55) yang saat itu datang untuk mandi melihat anak-anak termasuk anaknya terseret arus, langsung berupaya menolong.
Namun nahas, Tarno justru ikut terseret arus yang sangat deras. Warga yang mengetahui kemudian berusaha melakukan upaya pertolongan.
Tarno dan Iis ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan empat bocah lainnya hingga mala mini masih dalam pencarian tim SAR dan relawan.
“Pak Tarno itu berusaha menolong lima bocah itu, tapi justru ikut hanyut. Warga kemudian berusaha menolong, dua orang ditemukan yaitu Tarno dan anaknya Iis. Sedang yang empat masih belum ditemukan,” kata Budi.
Editor: Kastolani Marzuki