Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Awali Pencanangan Oktober Bulan Pemuda
Niam menjelaskan, patriotisme dan spiritualisme berbanding lurus sebagai modal untuk belajar mendahulukan kepentingan orang banyak dan bangsa.
"Jika kita benar-benar cinta Rasulullah, maka jangan gampang dibohongi hoaks dan menyebarkan berita bohong. Bahkan jika ada kabar yang benar tapi itu dapat menyebabkan kehancuran dan pertikaian. Maka, haram hukumnya kita menyebarkan informasi. Demi kemaslahatan dan keutuhan bangsa Indonesia," imbuh Niam.
Sebagai tokoh muda, Niam menekankan bahwa spirit Sumpah Pemuda yang akan diselebrasikan pada 28 Oktober nanti harus dimaknai untuk menjadikan bulan ini sebagai Bulan Pemuda. Sebagai wujud komitmen konkretnya, Kemenpora menginisiasi terwujudnya Bulan Pemuda tahun ini dengan kegiatan Pemuda Sholawatan.
Dalam kesempatan yang sama Founder Indonesia Youth Forum Muhammad Abdul Idris mengatakan bangga sekaligus mengapresiasi kegiatan Pemuda Sholawatan dalam rangka menyongsong hari sumpah pemuda yang ke-91.
Harapannya, ini bisa menjadi awal menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda.
“Kita akan me-launching dan mendoakan kesuksesan Bulan Pemuda diawali dengan kegiatan Pemuda Sholawatan di UIN Walisongo Semarang. Semoga bisa menggelorakan semangat para pemuda,” ujarnya.