Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov
Advertisement . Scroll to see content

Pemprov Jateng Minta Produsen dan Penjual Masker Tak Naikkan Harga

Selasa, 03 Maret 2020 - 12:24:00 WIB
Pemprov Jateng Minta Produsen dan Penjual Masker Tak Naikkan Harga
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara simbolis kirimkan masker ke 3 negara, Senin (17/2/2020). (Foto: Dokumen Pemprov Jateng)
Advertisement . Scroll to see content

"Produsen masker, ini masalah kita bersama. Kami meminta agar harga tidak dinaikkan semaunya sendiri" ujar Yulianto.

Dia juga memastikan pemerintah terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah masuknya Covid-19. Antara lain, meningkatkan pengawasan pada sejumlah pintu masuk di Jateng, seperti Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Pelabuhan Tanjung Emas.

Dia melanjutkan, dari tiga pintu masuk tersebut, pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan Kemenkes melakukan optimalisasi alat deteksi suhu tubuh, pengawasan tenaga kerja asing (TKA) atau mereka yang dari, atau baru saja melakukan perjalanan dari negara terjangkit dengan memberikan Health Alert Card (HAC).

Pihaknya juga mengoptimalisasi pemeriksaan, observasi, isolasi, dan rujukan apabila ditemukan penumpang dengan ciri-ciri penderita. Dinas Kesehatan juga meningkatkan sosialisasi promotif preventif, kepada masyarakat, termasuk melalui berbagai media, serta mengintensifkan koordinasi, sistem informasi dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Pemprov melalui Bapak Gubernur juga menerbitkan pula surat edaran kepada bupati, wali kota, dan pimpinan fasilitas kesehatan, untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya.

Diterangkan, Dinas Kesehatan juga akan melakukan respons cepat bila terdeteksi adanya suspect atau positif covid-19, dengan merujuk ke rumah sakit yang sudah disiapkan. Rumah sakit yang ditekankan itu yakni RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUD Tugurejo Semarang, RSUD Dr Moewardi Surakarta, dan RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Sementara bila terjadi ledakan jumlah pasien yang positif, akan disiapkan satu rumah sakit khusus milik Pemerintah Provinsi Jateng.

"Sejauh ini ada 18 orang yang diduga suspect. Dari pemeriksaan, semuanya negatif, termasuk satu orang yang meninggal," ujarnya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut