Pemkot Semarang Akan Gratiskan Siswa Tidak Mampu di Sekolah Swasta
Dia menambahkan, pada akhir tahun 2017 ini, pihaknya mencoba untuk menyusun program rencana sekolah gratis bagi SD dan SMP swasta yang tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Semarang hanya memberikan bantuan beasiswa.
Konsepnya, menurut Bunyamin, Pemkot Semarang akan menambah biaya operasional per siswa bagi sekolah swasta yang tidak mampu. Dana yang disebutnya sebagai dana pendamping BOS ini akan turun setiap tahunnya ke sekolah diperuntukkan masing-masing siswa. Terutama bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta yang tidak mampu tersebut.
"Sama yang di sekolah negeri itu dulu Rp1,2 miliar. Yang di SMP Rp1 juta per siswa. Kemudian yang di SD Rp600.000 per siswa. Kemudian anggaran operasional sebesar Rp800.000 di SMP. Dari yang itu, kita akan menolong lagi sekolah swasta menambah dana operasional sekolahnya. Termasuk sekolah di MI dan MTs di swasta," ujarnya.
Bunyamin menegaskan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sangat menginginkan bukan hanya bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa saja terhadap siswa yang berprestasi di sekolah swasta. Namun, juga sekaligus biaya operasional bagi siswa di sekolah swasta tersebut.
”Rencana ini akan digodok dengan tim anggaran Pemkot Semarang untuk direalisasikan di tahun 2018. Kami berharap, tidak hanya berupa bantuan beasiswa yang diberikan saja kepada sekolah swasta namun juga dana pendamping BOS untuk memperingan siswa yang sekolah di SD dan SLTP swasta,” katanya.