Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris
Advertisement . Scroll to see content

Pembelajaran Virtual di Jawa Tengah 70 Persen, Sisanya Tatap Muka

Kamis, 12 November 2020 - 20:35:00 WIB
 Pembelajaran Virtual di Jawa Tengah 70 Persen, Sisanya Tatap Muka
Pembelajaran virtual di Jateng sebanyak 70 persen, sisanya pembelajaran tatap muka. (istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Program sekolah virtual yang diiniasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah berjalan di dua sekolah rintisan, yakni di SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali. Teknisnya, pembelajaran virtual sebanyak 70 persen, dan sisanya pembelajaran tatap muka.

"Maksimal nanti hanya 30 persen saja yang tatap muka. Lainnya, dengan cara sekolah virtual," tutur Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini,, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, pembelajaran tatap muka dilakukan untuk mengumpulkan siswa kelas virtual. Seperti halnya saat pertemuan awal, siswa kelas virtual dikumpulkan dulu agar mendapatkan penjelasan. Misalnya, soal penjelasan buku modul dan hal terkait lain pada kelas virtual. "Nanti pada saat akan kenaikan kelas atau ujian, juga akan ketemu lagi," ujarnya.

Soal pembelajaran dengan metode tatap muka yang dapat dilakukan 30 persen di kelas virtual, kata dia, diarahkan untuk pengenalan lingkungan, metode pembelajaran, bimbingan konseling, tugas laboratorium, dan lainnya. Karena sifatnya memang harus dilaksanakan secara tatap muka. Dalam artian, kelas virtual tetap pada konsep awal dengan pembelajaran berbasis IT.

Syamsudin mengatakan, sementara ini sekolah virtual masih sebatas dilakukan di Brebes dan Boyolali sampai pada penghabisan tahun ajaran 2020/2021. Dengan demikian, sekolah virtual belum bisa dibuka di sekolah lain lagi sampai pada tahun ajaran baru berikutnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut